www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com )  -- Penambang Galian C "datang",  Ribuan warga tiga desa di Kabupaten Kediri, Jawa Timur terancam kehilangan mata pencahariannya sebagai petani.

 

 

Lahan pertanian warga tiga desa ini berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto. Lahan ini terbentang dari Desa Blaru dan Krecek, Kecamatan Badas serta Desa Karang Tengah, Kecamatan Kandangan. Luasnya kurang lebih 200 hektar yang menjadi aliran lahar Gunung Kelud. 

 

 

Masyarakat kebingungan karena hanya diberi batas waktu tiga hari untuk melepaskan lahan. Padahal, tanaman mereka tumbuh subur disana. Masyarakat menyadari apabila mereka menanam secara non formal, tetapi tidak rela apabila harus 'direbut' oleh PT Gemilang Bumi Sarana (GBS). 

 

 

"Lahan itu adalah penompang hidup kami. Mata pencaharian kami semua. Itu lahan yang sangat subur untuk kehidupan kami semua," kata Nasikin, warga Desa Karang Tengah saat datang ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Selasa (8/5/18).

 

 

Nasikin 'menggeruduk' kantor LH yang berada di lantai dua Gedung Convention Hall Kabupaten Kediri bersama lima orang petani lainnya. Mereka didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Partai Demokrat, Tri Wiyanto.

 

 

Dijelaskan Nasikin, ada 3.000 jiwa yang menggantungkan kehidupan dari lahan tersebut. Mereka memanfaatkan DAS Kali Konto untuk menanam padi. Pertanian secara turun-temurun. Bahkan, ada yang menyebut sudah berlangsung selama puluhan tahun.

 

 

"Sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.500 jiwa sebagai petani pengelola lahan, sementara 500 lainnya adalah pekerja pertanian. Apabila PT GBS benar-benar melakukan eksplorasi penambangan, kami semua terdampak," imbuh Nasikin. 

 

 

Seluruh warga terdampak menolak seluruh aktivitas penambangan di lahan tersebut. Mereka mengajukan keberatan ke Dinas LH Kabupaten Kediri. Selain langkah aduan, mereka juga berencana menempuh upaya gugatan.

 

 

Diakui Nasikin, PT GBS belum pernah melakukan sosialisasi rencana kegiatan mereka terhadap warga. Tetapi, mereka telah mengultimatum masyarakat supaya meninggalkan lahan mereka dalam waktu yang sangat singkat. 

 

 

"Sebetulnya, kemarin alat berat sempat datang. Tetapi, setelah kita protes alat berat kemudian diangkut kembali. Mereka belum pernah ada sosialisasi kepada warga. Dan meskipun ada kompensasi, kita tetap menolak," tegas Nasikin.

 

 

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Partai Demokrat Tri Wiyanto mengatakan, akan mendampingi warga dalam mempertahankan lahannya dari ekplorasi penambangan. Menurutnya, aktivitas penambangan hanya menguntungkan segelintir orang, dan mengorbankan ribuan masyarakat.

 

 

"Petani yang memakai tanah garapan turun temurun, walaupun sisi formal tidak ada. Akan menjadi aneh, tat kala ada sebuah perusahaan yang notabene milik segelintir orang, profitnya masuk ke sana, tetapi mengalahkan kepentingan masyarakat," ungkap Tri.

 

 

Pihaknya mendampingi masyarakat datang ke Dinas LH, karena sebelumnya ada pemasangan pengumuman apabila ada masyarakat yang tidak setuju terhadap penambangan, bisa menuliskan penolakan.

 

 

"Langkahnya kami adalah memperhitungkan kepentingan masyarakat. Kami minta supaya ditinjau ulang atau dibatalkan izinnya (izin tambang). Tidak usah ada penggalian disitu. Kalau misalkan pertanian itu diformalkan karena berada di DAS Konto, masyarakat disuruh menyewa, juga mau," jelasnya.

 

 

Sebagai kalangan DPRD, Tri Wiyanto berharap, Komisi A dan C bisa menindak lanjuti aduan masyarakat ini dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Sehingga, DPRD bisa memanggil seluruh pihak terkait dalam rangka memperjuangkan kepentingan masyarakat. (sj/ga) 

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com ) -----Surya Taman Wisata (STW) Kediri menjadi destinasi wahana wisata baru bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, dengan desain kolam renang anak dan dewasa yang cukup aman STW Kediri ini menyuguhkan kolam renang indoor bagi pengunjungnya.

Tak pelak sejak dibuka dua bulan lalu setiap hari libur tempat wisata ini dijejali ratusan bahkan ribuan pengunjung dari Kediri dan luar daerah, hal ini diungkapkan Supervisor STW Kediri Mohammad Taufik, menurut nya dalam tiap pekannya pengunjung mencapai ribuan orang, apalagi ketika weekend.

" Jika di rata-rata perharinya seribu bisa tercapai, dan kita buka hingga pukul 21.00" kata Taufik ketika press rilis kemarin.

Lebih lanjut Taufik mengungkapkan jika kolam renang ini siap bertarung dengan kompetitor lain, mengingat kolam renang di Kota Kediri juga cukup banyak dan bervariasi, Konsep yang dijual di kolam renang STW ini cukup mumpuni untuk ditawarkan ke masyarakat.

" Dengan kolam renang yang memiliki atap, artinya tidak terganggu dengan cuaca, dan kolam renang bagi anak ini juga cukup dan cukup menarik bagi keluarga yang mempunyai anak-anak kecil, pasti akan suka" terangnya.

Tak hanya Kolam renang dewasa dan anak, namun ditaman ini juga disediakan pemancingan bagi masyarakat mancing mania, Dengan restoran yang cukup dekat bagi pengunjung tidak perlu lagi kwartir jika perut sudah mulai lapar, beberapa kuliner nusantara juga siap memanjakan lidah pengunjung.

" Kedepannya untuk menggaet pengunjung yang lebih banyak kita siapkan event- event yang dapat dikemas kedalam sini" terangnya.

Salah satu pengunjung dari Kabupaten Kediri Arif mengatakan, jika STW ini cukup representatif untuk wisata keluarga, dirinya mengaku telah berkunjung ke wahana wisata ini beberapa kali bersama keluarga, dengan biaya yang tidak terlalu besar anak anak bisa ceria bermain di wahana ini.

" Jika untuk anak-anak sudah cukup bagus, anak saya sudah beberapa kali minta kesini, enaknya itu karena juga ada restoran yang masakannya ikan gurame." tandasnya. (em/sj)

 
 
 
 
 
Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com ) -----Surya Taman Wisata (STW) Kediri menjadi destinasi wahana wisata baru bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, dengan desain kolam renang anak dan dewasa yang cukup aman STW Kediri ini menyuguhkan kolam renang indoor bagi pengunjungnya.

Tak pelak sejak dibuka dua bulan lalu setiap hari libur tempat wisata ini dijejali ratusan bahkan ribuan pengunjung dari Kediri dan luar daerah, hal ini diungkapkan Supervisor STW Kediri Mohammad Taufik, menurut nya dalam tiap pekannya pengunjung mencapai ribuan orang, apalagi ketika weekend.

" Jika di rata-rata perharinya seribu bisa tercapai, dan kita buka hingga pukul 21.00" kata Taufik ketika press rilis kemarin.

Lebih lanjut Taufik mengungkapkan jika kolam renang ini siap bertarung dengan kompetitor lain, mengingat kolam renang di Kota Kediri juga cukup banyak dan bervariasi, Konsep yang dijual di kolam renang STW ini cukup mumpuni untuk ditawarkan ke masyarakat.

" Dengan kolam renang yang memiliki atap, artinya tidak terganggu dengan cuaca, dan kolam renang bagi anak ini juga cukup dan cukup menarik bagi keluarga yang mempunyai anak-anak kecil, pasti akan suka" terangnya.

Tak hanya Kolam renang dewasa dan anak, namun ditaman ini juga disediakan pemancingan bagi masyarakat mancing mania, Dengan restoran yang cukup dekat bagi pengunjung tidak perlu lagi kwartir jika perut sudah mulai lapar, beberapa kuliner nusantara juga siap memanjakan lidah pengunjung.

" Kedepannya untuk menggaet pengunjung yang lebih banyak kita siapkan event- event yang dapat dikemas kedalam sini" terangnya.

Salah satu pengunjung dari Kabupaten Kediri Arif mengatakan, jika STW ini cukup representatif untuk wisata keluarga, dirinya mengaku telah berkunjung ke wahana wisata ini beberapa kali bersama keluarga, dengan biaya yang tidak terlalu besar anak anak bisa ceria bermain di wahana ini.(em/sj)

" Jika untuk anak-anak sudah cukup bagus, anak saya sudah beberapa kali minta kesini, enaknya itu karena juga ada restoran yang masakannya ikan gurame." tandasnya.

 
 
 
 
 
Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri (radiomdsfm.com) – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya berjualan di area Car Free Day (CFD) Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri bergolak. Mereka diusir dari lokasi jualan oleh pemerintah daerah dan disarankan pindah ke Pasar Tugu (Sabtu-Minggu).Ratusan pedagang siap melakukan bentuk upaya demi mendapatkan kejelasan untuk kebutuhan penghidupan yang dijalani seqlama inj. 

 

Para PKL kawasan CFD yang jumlahnya kurang lebih 250 orang ini tegas menolak. Hari ini, perwakilan PKL mendatangi Kantor Bupati Kediri di Jalan Soekarno Hatta, No 1, Kabupaten Kediri, Senin (12/3/18). Ada lima orang perwakilan PKL yang mengadu ke Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri.

 

“Kami tidak setuju apabila kami disuruh pindah di area Pasar Tugu. Sebab, diwilayah itu untuk saat ini kondisinya juga sudah penuh oleh para paguyuban pedagang yang ada disana. Sedangkan kalau kita lihat, dari teman - teman yang berjualan di kawasan CFD ini berjumlah sekitar kurang lebih 250 KK (Kartu Keluarga), kalau dipaksakan masuk disana kita mau ditempatkan dimana. Bisa-bisa kita justru bentrok dengan pedagang yang sudah ada disana,” kata Hafizh, perwakilan PKL CFD.

 

Para PKL CFD bingung karena merasa diombang - ambingkan oleh kebijakan pemerintah yang terus berubah-ubah. Pedagang mengaku, mereka menempati lokasi sekarang ini (dekat Taman Hijau SLG), juga berdasarkan anjuran Dinas Perekonomian. Tetapi, pada Minggu (11/3/18) pagi kemarin mereka diusir oleh Satpol PP. Mereka disuruh pindah ke Pasar Tugu.

 

"Kami hanya berjualan di moment car free day saja, dan itu hanya 2 - 3 jam. Jadi tolong pemerintah juga pikirkan nasib kami untuk mencari sedikit rejeki. Kami datang ke Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri ini untuk menyampaikan aspirasi kami. Tolong kami diberikan kesempatan untuk berjualan selama 3 jam saja, sekali dalam satu minggu,” pintanya.

 

Hafizh  melanjutkan, apabila pemerintah daerah memang menghendaki ada pungutan uang kebersihan, mereka siap untuk membayar, dengan catatan tidak direlokasi ke tempat lain. Mereka bingung apabila harus menempati lokasi baru, terlebih di Pasar Tugu yang sudah ada pedagangnya. 

 

"Bila kami tetap akan dipindah, kami akan gelar aksi bersama dari para pedagang yang tidak diuntungkan oleh kebijakan pemerintah tersebut," tambahnya.

 

Terkait aspirasi PKL CFD ini, Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri belum bersedia memberikan konfirmasi. Petugas langsung memanggil koordinator pedagang di Pasar Tugu untuk dimintai penjelasan mengenai persoalan tersebut. Sementara para perwakilan PKL CFD diminta untuk menunggu di luar ruangan selama proses pembicaraan berlangsung.

 

Ialah Kepala Sub Bagian Perekonomian Pemkab Kediri, Irvandi yang menemui para PKl ini. Tetapi, pihaknya tidak belum dapat memberikan konfirmasi secara gamblang."Saya tidak ada tupoksi untuk menjawab. Dan ini tidak ada permasalahan apa - apa," kata Irvandi sambil pergi meninggalkan wartawan. (sj/ga)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( Radiomdsfm.com ) -Dengan maraknya uang crypto yang diminati masyarakat, Otoritas jasa Keuangan perwakilan Kediri menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlena dengan iming-iming, dikarenakan uang crypto tidak diakui Bank Indonesia.

 

Kepala OJK Kediri Slamet Wibowo mengaku kalau Bank Indonesia sendiri sudah mengeluarkan pernyataan kalau Crypto Currency termasuk jenis bit coin tidak diakui sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Hal itu sesuai ketentuan dalam undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Dalam aturan itu, alat pembayaran yang sah di kawasan NKRI adalah rupiah.

 

Pria yang akrab disapa dengan Slamet Juga menjelaskan kalau Cripto Currency sangat berisiko, mulai dari harganya yang fluktuatif dan juga dari sisi legalitas. Pasalnya tidak ada otoritas yang bertanggung jawab apabila kemudian hari terjadi masalah.” Kalau terjadi masalah terus mau lapor siapa,” ujarnya.

 

Oleh karena itu pihaknya mewarning kepada masyarakat agar tidak mudah tertarik dengan sejumlah macam investasi yang menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Sebelum melakukan investasi kalau masih meragukan terhadap suatau usaha bisa konsultasi ke OJK apakah sudah terdaftar di OJK apa belum.

 

Seperti diketahui, yang dikenal sebagai mata uang kripto atau cryptocurrency semakin banyak menarik minat orang untuk berinvestasi. hal ini wajar, mengingat cryptocurrency sedang populer di kalangan warganet, yang menjadikannya sebagai cara baru mengakses uang di luar sistem keuangan konvensional.(roj/gas)

Read more... 0