www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com ) -----Surya Taman Wisata (STW) Kediri menjadi destinasi wahana wisata baru bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, dengan desain kolam renang anak dan dewasa yang cukup aman STW Kediri ini menyuguhkan kolam renang indoor bagi pengunjungnya.

Tak pelak sejak dibuka dua bulan lalu setiap hari libur tempat wisata ini dijejali ratusan bahkan ribuan pengunjung dari Kediri dan luar daerah, hal ini diungkapkan Supervisor STW Kediri Mohammad Taufik, menurut nya dalam tiap pekannya pengunjung mencapai ribuan orang, apalagi ketika weekend.

" Jika di rata-rata perharinya seribu bisa tercapai, dan kita buka hingga pukul 21.00" kata Taufik ketika press rilis kemarin.

Lebih lanjut Taufik mengungkapkan jika kolam renang ini siap bertarung dengan kompetitor lain, mengingat kolam renang di Kota Kediri juga cukup banyak dan bervariasi, Konsep yang dijual di kolam renang STW ini cukup mumpuni untuk ditawarkan ke masyarakat.

" Dengan kolam renang yang memiliki atap, artinya tidak terganggu dengan cuaca, dan kolam renang bagi anak ini juga cukup dan cukup menarik bagi keluarga yang mempunyai anak-anak kecil, pasti akan suka" terangnya.

Tak hanya Kolam renang dewasa dan anak, namun ditaman ini juga disediakan pemancingan bagi masyarakat mancing mania, Dengan restoran yang cukup dekat bagi pengunjung tidak perlu lagi kwartir jika perut sudah mulai lapar, beberapa kuliner nusantara juga siap memanjakan lidah pengunjung.

" Kedepannya untuk menggaet pengunjung yang lebih banyak kita siapkan event- event yang dapat dikemas kedalam sini" terangnya.

Salah satu pengunjung dari Kabupaten Kediri Arif mengatakan, jika STW ini cukup representatif untuk wisata keluarga, dirinya mengaku telah berkunjung ke wahana wisata ini beberapa kali bersama keluarga, dengan biaya yang tidak terlalu besar anak anak bisa ceria bermain di wahana ini.

" Jika untuk anak-anak sudah cukup bagus, anak saya sudah beberapa kali minta kesini, enaknya itu karena juga ada restoran yang masakannya ikan gurame." tandasnya. (em/sj)

 
 
 
 
 
Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com ) -----Surya Taman Wisata (STW) Kediri menjadi destinasi wahana wisata baru bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, dengan desain kolam renang anak dan dewasa yang cukup aman STW Kediri ini menyuguhkan kolam renang indoor bagi pengunjungnya.

Tak pelak sejak dibuka dua bulan lalu setiap hari libur tempat wisata ini dijejali ratusan bahkan ribuan pengunjung dari Kediri dan luar daerah, hal ini diungkapkan Supervisor STW Kediri Mohammad Taufik, menurut nya dalam tiap pekannya pengunjung mencapai ribuan orang, apalagi ketika weekend.

" Jika di rata-rata perharinya seribu bisa tercapai, dan kita buka hingga pukul 21.00" kata Taufik ketika press rilis kemarin.

Lebih lanjut Taufik mengungkapkan jika kolam renang ini siap bertarung dengan kompetitor lain, mengingat kolam renang di Kota Kediri juga cukup banyak dan bervariasi, Konsep yang dijual di kolam renang STW ini cukup mumpuni untuk ditawarkan ke masyarakat.

" Dengan kolam renang yang memiliki atap, artinya tidak terganggu dengan cuaca, dan kolam renang bagi anak ini juga cukup dan cukup menarik bagi keluarga yang mempunyai anak-anak kecil, pasti akan suka" terangnya.

Tak hanya Kolam renang dewasa dan anak, namun ditaman ini juga disediakan pemancingan bagi masyarakat mancing mania, Dengan restoran yang cukup dekat bagi pengunjung tidak perlu lagi kwartir jika perut sudah mulai lapar, beberapa kuliner nusantara juga siap memanjakan lidah pengunjung.

" Kedepannya untuk menggaet pengunjung yang lebih banyak kita siapkan event- event yang dapat dikemas kedalam sini" terangnya.

Salah satu pengunjung dari Kabupaten Kediri Arif mengatakan, jika STW ini cukup representatif untuk wisata keluarga, dirinya mengaku telah berkunjung ke wahana wisata ini beberapa kali bersama keluarga, dengan biaya yang tidak terlalu besar anak anak bisa ceria bermain di wahana ini.(em/sj)

" Jika untuk anak-anak sudah cukup bagus, anak saya sudah beberapa kali minta kesini, enaknya itu karena juga ada restoran yang masakannya ikan gurame." tandasnya.

 
 
 
 
 
Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri (radiomdsfm.com) – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya berjualan di area Car Free Day (CFD) Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri bergolak. Mereka diusir dari lokasi jualan oleh pemerintah daerah dan disarankan pindah ke Pasar Tugu (Sabtu-Minggu).Ratusan pedagang siap melakukan bentuk upaya demi mendapatkan kejelasan untuk kebutuhan penghidupan yang dijalani seqlama inj. 

 

Para PKL kawasan CFD yang jumlahnya kurang lebih 250 orang ini tegas menolak. Hari ini, perwakilan PKL mendatangi Kantor Bupati Kediri di Jalan Soekarno Hatta, No 1, Kabupaten Kediri, Senin (12/3/18). Ada lima orang perwakilan PKL yang mengadu ke Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri.

 

“Kami tidak setuju apabila kami disuruh pindah di area Pasar Tugu. Sebab, diwilayah itu untuk saat ini kondisinya juga sudah penuh oleh para paguyuban pedagang yang ada disana. Sedangkan kalau kita lihat, dari teman - teman yang berjualan di kawasan CFD ini berjumlah sekitar kurang lebih 250 KK (Kartu Keluarga), kalau dipaksakan masuk disana kita mau ditempatkan dimana. Bisa-bisa kita justru bentrok dengan pedagang yang sudah ada disana,” kata Hafizh, perwakilan PKL CFD.

 

Para PKL CFD bingung karena merasa diombang - ambingkan oleh kebijakan pemerintah yang terus berubah-ubah. Pedagang mengaku, mereka menempati lokasi sekarang ini (dekat Taman Hijau SLG), juga berdasarkan anjuran Dinas Perekonomian. Tetapi, pada Minggu (11/3/18) pagi kemarin mereka diusir oleh Satpol PP. Mereka disuruh pindah ke Pasar Tugu.

 

"Kami hanya berjualan di moment car free day saja, dan itu hanya 2 - 3 jam. Jadi tolong pemerintah juga pikirkan nasib kami untuk mencari sedikit rejeki. Kami datang ke Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri ini untuk menyampaikan aspirasi kami. Tolong kami diberikan kesempatan untuk berjualan selama 3 jam saja, sekali dalam satu minggu,” pintanya.

 

Hafizh  melanjutkan, apabila pemerintah daerah memang menghendaki ada pungutan uang kebersihan, mereka siap untuk membayar, dengan catatan tidak direlokasi ke tempat lain. Mereka bingung apabila harus menempati lokasi baru, terlebih di Pasar Tugu yang sudah ada pedagangnya. 

 

"Bila kami tetap akan dipindah, kami akan gelar aksi bersama dari para pedagang yang tidak diuntungkan oleh kebijakan pemerintah tersebut," tambahnya.

 

Terkait aspirasi PKL CFD ini, Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri belum bersedia memberikan konfirmasi. Petugas langsung memanggil koordinator pedagang di Pasar Tugu untuk dimintai penjelasan mengenai persoalan tersebut. Sementara para perwakilan PKL CFD diminta untuk menunggu di luar ruangan selama proses pembicaraan berlangsung.

 

Ialah Kepala Sub Bagian Perekonomian Pemkab Kediri, Irvandi yang menemui para PKl ini. Tetapi, pihaknya tidak belum dapat memberikan konfirmasi secara gamblang."Saya tidak ada tupoksi untuk menjawab. Dan ini tidak ada permasalahan apa - apa," kata Irvandi sambil pergi meninggalkan wartawan. (sj/ga)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( Radiomdsfm.com ) -Dengan maraknya uang crypto yang diminati masyarakat, Otoritas jasa Keuangan perwakilan Kediri menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlena dengan iming-iming, dikarenakan uang crypto tidak diakui Bank Indonesia.

 

Kepala OJK Kediri Slamet Wibowo mengaku kalau Bank Indonesia sendiri sudah mengeluarkan pernyataan kalau Crypto Currency termasuk jenis bit coin tidak diakui sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Hal itu sesuai ketentuan dalam undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Dalam aturan itu, alat pembayaran yang sah di kawasan NKRI adalah rupiah.

 

Pria yang akrab disapa dengan Slamet Juga menjelaskan kalau Cripto Currency sangat berisiko, mulai dari harganya yang fluktuatif dan juga dari sisi legalitas. Pasalnya tidak ada otoritas yang bertanggung jawab apabila kemudian hari terjadi masalah.” Kalau terjadi masalah terus mau lapor siapa,” ujarnya.

 

Oleh karena itu pihaknya mewarning kepada masyarakat agar tidak mudah tertarik dengan sejumlah macam investasi yang menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Sebelum melakukan investasi kalau masih meragukan terhadap suatau usaha bisa konsultasi ke OJK apakah sudah terdaftar di OJK apa belum.

 

Seperti diketahui, yang dikenal sebagai mata uang kripto atau cryptocurrency semakin banyak menarik minat orang untuk berinvestasi. hal ini wajar, mengingat cryptocurrency sedang populer di kalangan warganet, yang menjadikannya sebagai cara baru mengakses uang di luar sistem keuangan konvensional.(roj/gas)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( Radiomdsfm.com ) -Sebanyak 204 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut dengan jumlah ikan koi yang dilombakan mencapai 700 ekor.Festival Koi Show ini digelar di Convention Hall Monumen Simpang Lima (SLG) Kabupaten Kediri. 

 

 

Ketua Koi Club Kabupaten Kediri, Sahrul Munir mengatakan, Festival Koi Show ini dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Kediri ke 1.214 tahun.

 

"Peserta berasal dari berbagai penjuru Nusantara di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatera, Jogjakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, Kediri dan masih banyak lagi," kata Sahrul, yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Sabtu (3/3/18).

 

Dalam festival ikan koi ini ada berbagai jenis ikan koi yang dilombakan. Antara lain, ikan koi kohaku, tancho, asagi, shusui, bekko doitsu, koromo, goshiki, hikari mujimono, ki utsurimono, dan kinginrin.

 

Sahrul berharap, dengan adanya festival koi ini mampu mengangkat pamor ikan koi sendiri, mampu mengangkat harga jual ikan. 

 

Festival ini juga menjadi penyemangat dari para pembudidaya ikan koi dalam menggeluti pekerjaan di dunia perikanan ini.

 

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, dalam festival lomba ikan koi ini ada beberapa kriteria yang dinilai, yakni mulai dari ukuran, warna, corak, dan kesehatan ikan.

 

Dinas Perikanan bersama panitia bekerja sama dengan juri berstandar internasional untuk menilai iklan yang dilombakan. Ada delapan orang juri yang dipersiapkan. Mereka akan dibagi menjadi dua kelompok untuk menilai ikan dari kriteria yang ditentukan.(roj/ga)

 

Read more... 0