www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

Muslimat NU Jombang Nilai Pola Hidup Keseharian Ibu Tak Sehat

Rate this item
(0 votes)

Jombang, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang Hj Aisyah Muhammad menilai, pola hidup keseharian ibu-ibu yang tidak sehat. Hal itu bisa jadi karena minimnya pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki mereka.

"Misalnya penggunaan susu formula kepada bayi sebelum usia dua tahun," ujarnya kepada NU Online Rabu (12/3).

Padahal, menurut dia, dalam Islam telah ditandaskan bahwa usia menyusui bayi harus dilakukan hingga usia dua tahun. "Kandungan yang terdapat pada air susu ibu atau ASI tidak akan bisa ditandingi oleh susu kemasan merk apapun," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

Bu Is, sapaan akrabnya, menolak anggapan bahwa menyusui bayi akan mengurangi kecantikan seorang ibu. "Ini pandangan keliru dan jauh dari anjuran agama serta tidak dibenarkan dalam dunia medis," lanjutnya.

Demikian juga anggapan salah dalam penggunaan pembalut. Karena bahan baku dari pembalut adalah sampah yang didaur ulang. Dan celakanya, pembalut tidak bisa diurai dalam tanah.

Hal yang juga kerap dilakukan adalah penggunaan popok bayi kemasan. "Sama seperti pembalut, popok bayi yang beredar di pasaran bahan bakunya adalah sampah dan tidak bisa diurai dalam tanah," ungkapnya.

Banyaknya kasus penyempitan pembuluh kemih, inveksi kemaluan hingga kanker yang menimpa anak-anak serta para ibu adalah di antara sebab pola hidup salah ini. "Kita berhadapan dengan industri yang tentu saja melakukan berbagai promosi di sejumlah media," katanya.

Budaya hidup modern yang dibungkus dengan promosi besar-besaran di media sangat berpengaruh bagi pola hidup masyarakat. Karena itu yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahanan pola hidup sehat yang dibenarkan agama.

Dan upaya ke arah hidup agamis dan higienis ini perlahan namun pasti terus dilakukan PC Muslimat NU Jombang. "Kita berharap hal ini akan terus berlangsung sehingga menjangkau kepengurusan di tingkat desa," pungkasnya.