www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Rate this item
(0 votes)

Kediri (radiomdsfm.com)--Suatu bentuk penghormatan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar terhadap warganya yang telah mengharumkan nama Kota Kediri dikancah nasional maupun internasional, menjadikan Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Satya Yasa Cundamani, pada Rabu (12/12) bertempat di IKCC Kota Kediri.

 

Dalam sambutannya, Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu ini mengungkapkan rasa bangganya karena dapat bertemu dengan pahlawan yang telah menharumkan nama Kota Kediri dengan prestasi yang membanggakan. “Saya mewakili Pemerintah Kota Kediri mengucapkan terima kasih atas upaya panjenengan semua lakukan. Serta saya ucapkan terima kasih untuk orang tua maupun wali murid penerima Satya Yasa Cundamani yang telah mendukung mereka semua yang ada didepan kita saat ini,” ujarnya.

 

 

Satya Yasa Cundamani ini, lanjut Mas Abu memiliki arti penghargaan kehormatan permata terbaik bagi warga Kota Kediri. “Cundamani diwujudkan dalam medali yang dilapisi emas murni,” pungkasnya.

 

Mas Abu berharap dengan Satya Yasa Cundamani ini akan terus memacu dan memotivasi warga Kota Kediri untuk terus berprestasi. Dengan berbagai prestasi yang diraih, maka Kota Kediri siap memenangkan peluang dalam revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang berlangsung dan dimasa yang akan datang. “Saya berpesan jangan pernah berhenti belajar. Kita harus memenangkan persaingan di era globalisasi ini. Kita semua berjuang untuk Kota Kediri yang lebih maju lagi,” pesannya.

 

Walikota muda berusia 38 tahun ini mengajak seluruh masyarakat Kota Kediri untuk membangun Kota Kediri bersama-sama dengan pemerintah. Agar Kota Kediri lebih maju dan kondusif lagi.

 

Setiap penerima penghargaan mendapatkan medali. Bukan sembarang medali yang diberikan karena medali ini memiliki filosofi. Tali tenun ikat Bandar “Tirto Tirdjo” yang terinspirasi dari riak aliran Sungai Brantas yang meskipun di musim kemarau tidak pernah mengering, serta dengan perpaduan warna kontras. Ini melambangkan masyarakat Kota Kediri dengan segala keberagamaannya mampu hidup dalam keharmonisan dan semangat gotong-royong tanpa henti bersama membawa Kota Kediri menjadi kota yang maju. Sementara pada medali didesain dibagian muka memiliki aksen pancaran sinar matahari melambangkan semangat yang dimiliki warga Kota Kediri tak kenal padam memberikan yang terbaik pada kotanya sesuai masing-masing keahlian.

 

Dalam acara yang telah digelar dua tahun berturut-turut ini Abdullah Abu Bakar memberikan penghargaan kepada 140 warga Kota Kediri yang memiliki prestasi ditingkat nasional dan internasional. Pemberian penghargaan ini dibagi kedalam lima kategori. Kategori SD sebanyak 21 orang, kategori SMP sebanyak 16 orang, kategori SMA sebanyak 36 orang, kategori umum sebanyak 41 orang dan kategori khusus sebanyak 26 orang.

 

Adapun, rasa senang juga dirasakan oleh Raihan Kartika peraih juara I renang 100 meter gaya dada aqua dragon fall invitational dan renang 50 meter gaya dada aqua dragon fall invitational yang juga berhasil meraih Satya Yasa Cundamani. “Senang dan bangga sekali bisa mendapat penghargaan Cundamani ini,” ujar Raihan yang saat ini berusia 11 tahun.

 

Hadir dalam acara ini Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Ketua TP.PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Forkopimda Kota Kediri, dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri.(fn)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri(radiomdsfm)--Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mendapatkan penghargaan bertepatan dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia ke-70. Pemkot Kediri dinobatkan sebagai kota yang peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Penghargaan ini telah diraih ketiga kalinya oleh Pemkot Kediri dibawah kepemimpinan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla turut hadir pada pemberian penghargaan tersebut.

 

Penghargaan itu diserahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, di Jakarta, Selasa (11/12). Penghargaan ini diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu. Prestasi tersebut diraih berdasarkan hasil capaian Kota Kediri atas parameter Kepedulian HAM pada tahun 2017.

 

Atas nama Pemkot Kediri Budwi Sunu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Kemenkum HAM atas penghargaan tersebut.

 

Budwi Sunu menjelaskan penghargaan ini diraih karena Pemkot Kediri berkomitmen dalam memberikan hak-hak masyarakat. Parameter penilaian penghargaan ini adalah hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan, dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan. "Pemkot Kediri memiliki komitmen memberikan hak-hak pada masyarakat. Dan kita mendapat apresiasi dari pemerintah pusat," ujarnya.

 

Dari parameter yang ada, Pemkot Kediri meraih nilai tertinggi pada hak atas pendidikan yakni 98.

Sedangkan hak atas kesehatan mendapat nilai 87,52 dan hak atas perempuan dan anak dengan nilai 80,77.

 

Diraihnya penghargaan ini, lanjut Budwi Sunu bukan merupakan tujuan. Namun merupakan bonus dari upaya yang telah dilakukan Pemkot Kediri dalam pemeran hak-hak masyarakat.

 

Adapun Menteri Hukum dan HAM, Yasonna dalam sambutannya menjelaskan pada tahun 2018 ini, dari jumlah 514 kabupaten/kota di Indonesia, tercatat ada 409 Kabupaten/Kota yang telah berpartisipasi menyampaikan data capaian terkait upaya pemenuhan hak dasar yang telah dilaksanakannya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 271 kabupaten/kota meraih kategori Peduli HAM. Sementara ada 75 kabupaten/kota masuk kategori Cukup Peduli HAM.

 

Menurutnya, tujuan pemberian penghargaan untuk memotivasi dan mendorong realisasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat oleh pemerintah daerah. Terutama pemenuhan hak dasar di bidang kesehatan, pendidikan, hak-hak perempuan dan anak, hak atas pekerjaan, perumahan yang layak, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com ) --- Lantunan shalawat terdengar merdu saat mobil-mobil yang membawa bedug beriringan mengelilingi Kota Kediri. Tercatat 150 kendaraan roda empat dan 500 kendaraan roda dua ikut memeriahkan acara Parade Bedug dan Pawai Ta'aruf. Mengambil start di Lapangan Gadjah Mada dan finish di Taman Sekartaji, acara ini sukses menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional di Kota Kediri, minggu (4/11).

 

Acara ini adalah kali kedua diselenggarakan PCNU Kota Kediri bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kediri. Turut hadir Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Kasdim 0809 Kediri, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), Ketua Panitia Melvin Zainul Asyiqin (Gus Iing), M. D Thoha Yahya (Gus Lik), Kabag Kesra Kota Kediri Ardi Handoko, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar dan ribuan masyarakat yang mengikuti acara tersebut.

 

Dalam sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar atau yang akrab disapa Mas Abu ini menjelaskan diadakannya Parade Bedug adalah untuk memunculkan gaung peringatan hari santri. "Pawai bedug ini dulu kita rumuskan sama PCNU, supaya pawai bedug ini ada gaungnya dalam memperingati hari santri. Saya dengar daerah lain juga banyak yang mengadakan. Alhamdulillah di Kota Kediri makin lama makin semarak dan semakin bagus," ujarnya.

 

 

Kegiatan Parade Bedug dan Pawai Ta'aruf ini, lanjut Mas Abu, diadakan supaya anak-anak mengetahui besarnya toleransi di Kota Kediri. "Mudah-mudahan ini bisa mengedukasi seluruh masyarakat Kota Kediri khususnya, Jawa timur dan Indonesia pada umumnya," ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, Mas Abu juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengajak anak-anak sebagai generasi penerus untuk mengikuti kegiatan seperti ini. "Mereka harus diajak di kegiatan seperti ini. Karena mereka sedang diserang oleh globalisasi. Globalisasi ini bisa ke arah yang baik, bisa juga yang buruk. Jadi mari kita jaga, jangan sampai mereka salah menentukan arah kedepannya nanti," imbuhnya.

 

 

Selain itu, ajakan untuk menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi juga disampaikan oleh Mas Abu kepada masyarakat. Disampaikannya pula agar turut serta menyumbangkan pemikiran yang baik untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya.

"

kita harus bisa menjamin pendidikan dan budaya mereka lebih baik agar tumbuh kembang mereka baik dan menjadi penerus kita yang terbaik".(pd)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com ) --- Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu siang ini mengambil sumpah dan melantik 20 Pejabat Fungsional untuk Analis Keuangan dan Guru di lingkungan Pemerintah Kota Kediri di Ruang Kilisuci, Kamis (4/10).

Dalam sambutannya, Budwi Sunu mengucapkan selamat atas dilantiknya pejabat fungsional. "Jabatan fungsional memang tidak tercantum dalam struktur organisasi, namun sangat diperlukan dalam tugas-tugas pokok dalam organisasi pemerintah. Saya harap amanah ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Terkhusus untuk tenaga pendidik, Budwi Sunu menitipkan pesan agar jangan sampai dikuasai oleh teknologi. Baginya, kemajuan teknologi memang pesat namun tidak akan pernah bisa menggantikan pendidik.

Budwi Sunu juga memberikan himbauan agar anak-anak tidak terlalu dibebani pekerjaan rumah (PR), namun diberikan sesuai dengan usia. Hal ini agar di rumah bisa bermain dan berkembang sesuai usianya tidak hanya mengerjakan tugas saja.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Enny Endarjati, Asisten Administrasi Umum Maria Karangora, Staf Ahli Bidang SDM Hero Nusanto, Inspektur Inspektorat Maki Ali, Kepala DPPKAD Kota Kediri Bagus Alit, Kepala Bagian Humas dan Protokol Apip Permana, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Kediri dan 20 ASN yang dilantik sebagai pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.(fn/fd)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Bekasi, NU Online
Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Bekasi resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IPNU, Asep Irfan Mujahid, di Gedung NU Centre El-Sa'id, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Sabtu (1/4). Acara pelantikan itu diselingi dengan acara “Deklarasi Pelajar Untuk Toleransi”.

Read more... 0