www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

Rate this item
(0 votes)

 

Kediri(radiomdsfm)-Aksi protes ratusan kepala desa (kades) dari seluruh kecamatan di kabupaten Kediri yang berlangsung di kantor Pemkab Kediri Kediri Jawa Timur diwarnai kericuhan.

Kericuhan bermula saat beberapa kades memaksa untuk memasuki salah satu ruangan di kantor pemkab dengan tujuan bertemu dengan bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno, namun dihalangi oleh pihak keamanan yang berjaga, tak ayal tindakan saling dorong dilakukan beberapa oknum kepala desa dengan pihak kepolisian dan Satpol PP yang berjaga.

Kericuhan tak sempat berlangsung lama karena dengan sigap pihak keamanan dan koordinator aksi melerai tindakan saling dirong tersebut.

Sementara itu Johansyah koordinator aksi kali ini menjelaskan bahwa kedatangan para kepala desa di kantor pemkab tersebut tak lain adalah menuntut pemerintah agar mengeluarkan perbub pengangkatan perangkat desa.

Lebih lanjut Johansyah mengatakan bahwa inti permasalahannya adalah soal pengangkatan perangkat desa. Pihaknya meminta agar bupati Kediri sesegera mungkin mengeluarkan perbup rekrutmen perangkat desa agar kembali ke aturan semula yang memperbolehkan kepala desa merekrut perangkat desa.

Sementara itu Satirin kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa (dpmpd) kabupaten Kediri mengatakan, pihak pemerintah daerah akan segera menindak lanjuti tuntutan para kepala desa.

Dari aksi protes itu kepala desa juga meminta maaf kepada pihak keamanan karena telah melakukan keributan usai meminta maaf masa yang hadir, berjajar bersalaman dengan pihak keamanan.

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Ternate (radiomdsfm.com) -- Malam terakhir di Negeri Gam Makolano atau sering disebut negeri Para Aulia (3/10), Rombongan Kirab Satu Negeri (KSN) GP Ansor bersama Kesultanan Ternate mengadakan ritual Alam Makolano atau doa bersama sesudah ziarah kepara Aulia dan Kesultanan Ternate tadi pagi. Doa' bersama menjadi penutup secara spiritual setelah seharian melakukan napak tilas para makam leluhur Maluku Utara. Mulai dari Sultan Babullah yang letaknya diatas bukit terjal, sampai ke aulia Tanpa Nama yang juga diyakini sebagai tetua agama yang ikut membangun Kesultanan Ternate. Rombongan mengelilingi pulau melalui jalur darat, berharap masyarakat juga merasa memiliki kegiatan ini.

" Insyaallah besok pagi pukul delapan, tim pataka KSN akan ke Kedaton Kesultanan  untuk mengambil satu dari tujuh belas bendera dari Meuroke untuk di bawa ke Semarang Jawa Tengah. Salah satu bendera diminta Kesultanan untuk diinapkan selama kirab ada disini. ".  Ujar Ketua PW GP Ansot Maluku Utara , Salim Taib. Pihak Kesultanan sengaja meminta bendera merah putih untuk diinapkan dikedaton selama rombongan ada di tanah para raja. Menginapnya bendera di kedaton, diharapkan menjadi simbol keihlasan serta dukungan  bahwa Kesultanan sangat mendukung pemerintahan, khususnya upaya memperkuat NKRI dan menyebarkan rasa kasih sayang untuk sesama. Selain itu, Kesultanan menitipkan bendera ini agar disampaikan kepada Presiden Jokowi saat acara puncak Kirab Satu Negeri di Yogyakarta 26 Oktober mendatang. "Semoga ini menjadi awal yang baik, melalui GP Ansor kita bisa memperkuat kebhinekaan dengan terjalinnya silaturahim dan kerjasama dengan kesultanan. Insyaallah Indonesia akan lebih baik " Ujar Salim Taib.

Pihak kesultanan juga berharap acara ini sukses sampai puncaknya dan memberikan manfaat. "Ini kabar gembira yang mengembirakan semua pihak. Berkenannya pihak kesultanan untuk diberikannya bendera merah putih yang tersimpan di kedaton kepada Bapak Jokowi pada acara puncak kirab adalah simbol semakin kuatnya NKRI". Imbuh  Muhammad A Idris, wasekjend PP GP Ansor.

Sore tadi juga ada dialog kebangsaan dengan tema " Tantangan Nasionalisme Bagi Generasi Millenial" di Cafe Djarot bersama aktivia kepemudaan dan mahasiswa ternate. Para aktivis kepemudaan  diminta  kreatif dalam mengemas gagasan keorganisasian serta wawasan islam dan kebangsaan agar market kaderisasi Millenial jadi tertarik. Kirab akan berakhir besok siang dengan diadakannya upacara pelepasan menuju jawa tengah. Rencana Kapolda Maluku Utara turut hadir dan menjadi Inspektur Upacara.

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri (radiomdsfm.com) --Mas Abu Walikota Kediri hadir dalam Deklarasi Kalah Terhormat, Menang Bermartabat yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Kediri yang bertempat di Taman Sekartaji Kota Kediri, Minggu (23/9). 

Sebelum deklarasi, terlebih dahulu para peserta yang hadir baik dari Forkopimda Kota Kediri, anggota Bawaslu, Panwascam Kota Kediri, partai politik peserta pemilu, dan anggota KPU mengikuti kegiatan olahraga yaitu Senam Awas.

Walikota Kediri mengungkapkan bahwa pesta demokrasi seperti ini sudah sering terjadi, maka dari itu dinamika dalam pesta demokrasi ini sudah bisa dibaca. Untuk pilkada tahun ini sudah cukup baik dan yang masih kurang harus diperbaiki agar di tahun berikutnya dalam pilkada tidak terjadi kekurangan yang sama. 

“ Untuk pemilu selanjutnya yaitu Pilpres, Pilihan DPR RI,  pilihan DPD, DPR Provinsi, dan DPRD nanti karena memang serentak tahun 2019, kita akan kawal dengan baik dan bila ada euforia sedikit itu hal yang biasa,” ujar Mas Abu.

Menurut Mas Abu, Bawaslu Kota Kediri sudah siap untuk persiapan pemilu tahun 2019 karena sebentar lagi mulai kampanye dan banyak poster-poster pasangan calon. “Saya minta tolong kalau pasang poster paslon-paslon jangan dipaku di pohon-pohon, karena itu bisa merusak pohon juga,” kata Walikota Kediri.

Terakhir dalam sambutannya, Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri berharap Pemilu 2019 berjalan dengan lancar, sukses, dan tidak ada kendala apapun serta bila ada kendala bisa koordinasi dengan forkopimda, yang terpenting tujuannya adalah membangun kedewasaan dalam demokrasi.

Perlu diketahui, penandatanganan deklarasi ini dilakukan oleh Walikota Kediri, Kapolresta Kediri, Dandim 0809, Kepala Kejaksaan Negeri Kediri beserta 16 partai politik yang akan mengikuti pemilu 2019.

Turut hadir dalam acara ini Forkopimda Kota Kediri, Ketua Bawaslu, Panwaslu, dan 16 partai politik yang akan ikut pemilu 2019.

(fn/pd)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com )– Dari hasil penghitungan cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri menunjukkan, bahwa pasangan calon nomor 2, yakni Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah unggul di Pilwali Kediri 2018. Dan Dari data rekapitulasi yang berhasil dihimpun dari salah satu paslon, pasangan yang akrab disapa Mas Abu- Ning Lik tersebut, menang telak dengan perolehan angka suara yang mencapai 55,51 persen dan 57,84 Persen

 

Disusul pasangan nomor 1 Aizzudin Abdurrahman dan Sudjono Teguh Wijaya mendapatkan suara 22,85 persen. Dan, pasangan nomor urut 3 Syamsul Azhar yang berpasangan dengan Teguh Juniadi mendapatkan suara 21,64 persen.

 

Komisioner KPU Divisi Perencanaan dan Data Anis Ifa Permatasari menjelaskan, bahwa hasil tersebut adalah hasil dari penghitungan cepat yang dilakukan petugas KPU. Namun, data tersebut bukanlah data resmi untuk penetapan paslon.

 

“Untuk hasil resmi kita akan tetap menghitung ulang mulai besok dengan beberapa mekanisme rekapitulasi berjenjang dan akan dilaksanakan oleh PPK di semua Kecamatan. Dan, tanggal 4 – 6 Juli di hitung lagi di KPU,” jelasnya.

 

Ditambahkan Anis, penghitungan cepat kali ini KPU Kota Kediri menghitung dari hasil formulir jenis C yang menunjukan hasil dari tiap – tiap TPS yang ada di setiap kelurahan.

 

“Untuk hasil kali ini, Insyaallah tidak akan berbeda banyak dengan keputusan akhir nanti. Namun, hal ini akan berbeda jika nanti di tingkat Kecamatan ada yang keberatan,” pungkasnya.

 

 

Sejauh ini, hingga Kamis (28/6/18) dini hari data yang masuk dalam rekapitulasi perolehan suara Kota Kediri dari salah satu paslon total perolehan untuk pasangan calon nomer urut satu Aiz-Sujono Kec.Pesatren 9877,Kec.Kota 8392 dan Kec.Mojoroto 11.270 dengan total suara 29.539 , sedangkan untuk paslon nomer urut dua mas Abu- ning Lik Kec.Pesatren 26.587,Kec.Kota 27.242 dan Kec.Mojoroto 31.627 dengan total suara 85.456 suara ,sementara pasangan nomer urut tiga Samsul Ashar - Teguh Kec.Pesatren 9.809,Kec.Kota 10.252 dan Kec.Mojoroto 12.689 dengan total suara 32.750 suara.(pd/ga)

Read more... 0
Rate this item
(1 Vote)

Kediri ( radiomdsfm.com) - - - Setelah libur panjang Lebaran sejak Sabtu (9/6), Aparatur Sipil Negara (ASN) diharuskan masuk hari ini (21/6). Bagi ASN yang tidak masuk tanpa alasan jelas akan dikenakan sanksi yang telah diatur dalam PP 53/2010 tentang disiplin PNS.

 

Libur atau cuti bersama bagi ASN diberlakukan sesuai dengan surat Edaran (SE) Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negra dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur Nomor B/8/M.SM.00.01/2018, tanggal 7 Juni 2018. 

 

Pagi ini, Inspektur Inspektorat Kota Kediri Maki Ali beserta jajaran melakukan sidak untuk memantau kehadiran ASN dilingkungan Pemerintah Kota Kediri. Pada sidak tersebut, Maki Ali melakukan pemantauan terhadap 30 OPD. Terdiri dari 17 dinas/kantor/badan, 2 kecamatan dan 11 kelurahan.

 

Maki Ali menjelaskan hasil dari sidak adalah sebanyak 7 orang tidak hadir tanpa keterangan atau 0,42% dari jumlah ASN pada 30 OPD dengan jumlah ASN 1.671 orang.  Untuk ASN yang hadir tepat waktu sampai dengan pukul 07.30 sebanyak 1.440 orang  atau 86,18%. Sementara untuk ASN yang hadir setelah pukul 07.30 sebanyak 191 orang atau 11,43%. Sementara yang tidak hadir dengan keterangan sebanyak 33 orang atau 1,97%.

 

Dari hasil sidak tersebut, Maki Ali mengungkapkan terjadi peningkatan kedisiplinan ASN Pemerintah Kota Kediri dibandingkan hari pertama masuk setelah cuti bersama lebaran tahun lalu. “Bila tahun lalu sekitar 20% ASN yang tidak tahun ini hanya 0,42% yang tidak hadir tanpa keterangan. Ini lah yang patut kita syukuri,” ungkapnya.

 

Maki melihat bahwa peningkatan kedisiplinan ASN dilingkungan Pemerintah Kota  Kediri ini karena  adanya tanggung jawab moril dari ASN karena telah mendapatkan Tambahan Penghasilan (TPP).

 

Untuk 30 OPD yang disidak antara lain, BPPKAD, DPM-PTSP, Dinkop UMTK, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Bagian Umum, RSUD Gambiran, Kecamatan Pesantren, Kelurahan Tosaren, Kelurahan Betet, Kelurahan Banaran, Dispendukcapil, Dinsos, Dinkes, Disdik, DP3AP2KB, Disbudparpora, Sekretariat DPRD, Kelurahan Bandar Lor, Kelurahan Mojoroto, Kelurahan Pojok, DKPP, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Bagian Humas dan Protokol, Kecamatan Kota, Kelurahan Kemasan, kelurahan Pocanan, Kelurahan Balowerti, Kelurahan Dandangan dan Kelurahan Banjaran.(hm/ga) 

Read more... 0