www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

Semarak 5000 Rebana untuk HUT RI Ke-69

Rate this item
(0 votes)

Solo, NU Online
Sekitar 50 ribu umat muslim berpakaian putih-putih yang datang dari berbagai daerah membuat Alun-alun Lor Keraton Surakarta penuh sesak, Sabtu (9/8) malam. Mereka sengaja datang untuk melantunkan selawat dalam acara Tabligh Akbar dan Tabuh 5.000 Rebana yang digelar untuk menyemarakkan momentum hari ulang tahun Kemerdekaan RI ke-69 yang jatuh pada 17 Agustus nanti.

Pantauan di lokasi, para jamaah ini datang dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan kota lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta DIY sejak sore hari dengan menggunakan berbagai kendaraan.

Sekitar pukul 19.30 WIB, mereka langsung membuat Alun-alun Lor seolah menjadi lautan manusia dengan pakaian serba putih sembari menggemakan selawat di Kota Solo. Ribuan penabuh rebana dari berbagai kelompok hadrah pun telah disiapkan untuk mengiringi lantunan selawat itu.

Kirab Merah Putuh

Selain itu, umat muslim pada kesempatan tersebut juga mengikuti acara kirab bendera Merah Putih raksasa. Kirab yang membawa dua bendera kebanggaan bangsa Indonesia tersebut dimulai dari Markas Majlis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Pasar Kliwon Solo menuju ke lapangan Alun-alun Utara Keraton Surakarta.

Ribuan jamaah beserta sekitar 2.000 pasukan Banser ikut mengiringi kirab yang diawali barisan pembawa bendera merah putih dengan panjang sekitar 10 meter yang di belakangnya disusul rombongan becak yang ditumpangi para habib dan ulama.

Dalam ceramahnya, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengatakan, kirab pada momentum bulan kemerdekaan ini sebagai wujud deklarasi dukungan atas kemerdekaan utuh NKRI hingga kapan pun.

“Hari ini kumpul semuanya. Insyaallah, ini awal yang baik. 17 Agustus akan kembali merdeka negeri ini,” kata Habib Novel yang merupakan penggagas acara ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo menyatakan kekagumannya dengan antusiasme masyarakat yang rela datang dari luar Solo untuk hadir ke acara tersebut. Menurutnya, hal ini memperkuat eksistensi bahwa Kota Solo yang sudah mendapat julukan Kota Selawat.

“Ini sangat luar biasa. Seingat saya belum pernah saya melihat Tabligh Akbar yang seramai ini. Ini mencerminkan betul kalau Kota Solo sebagai Kota Selawat. Luar biasa!,” kata Purnomo. (Ahmad Rodif Hafidz/Ajie/Mahbib)