www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

Rate this item
(0 votes)

Kediri(radiomdsfm.com)-Ada warganya yang terjangkit Demam Berdarah,  Ratusan Rumah (KK)  di Tiga RT diwilayah Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawatimur di Fogging.

 

Pengasapan yang dilakukan Petugas dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas setempat dilakukan mulai pukul 09.00, Selasa (15/1/19).

 

Menurut Yahya Budiono selaku Kepala Kelurahan Tamanan yang mendampingi kegiatan pengasapan di rumah warga tersebut bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa dan menekan populasi perkembang biakan.

 

“Untuk mencegah menyebarnya demam berdarah (DB) menyusul adanya 4 anak yang didiagnois susfect demam berdarah dengue (DBD) Di Kelurahan Tamanan Kota Kediri Jawatimur, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melakukan fogging atau pengasapan di Kelurahan Tamanan Kota kediri, “ungkapnya.

 

 

 

Sejauh ini untuk pengasapan sendiri warga tidak dibebankan biaya untuk menganti pembelian obat yang disemprotkan alat Fogging. Dinas Kesehatan berharap masyarakat untuk giat melakukan 3M Plus guna menekan adanya perkembangan jentik jentik nyamuk bersarang ditempat tempat air yang tergenang maupun saluran saluran air yang mampat untuk selalu diwaspadai.

 

“3M Plus ini sangat baik untuk menekan perkembangan telur jentik nyamuk apalagi musim penghujan dan cuaca panas membuat perkembangan nyamuk cepat terjadi, “ungkap Fauzan Adima Kadinkes Kota Kediri

 

Fauzan menambahkan, untuk kegiatan Fogging sendiri sebenarnya bisa dilakukan bila sepanjang dibutuhkan ketika ada warga yang dipastikan positif kena DBD. (fn)

 

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

 

Kediri(radiomdsfm)--WPA Award 2018 dalam rangka Hari Aids Sedunia ini merupakan tahun pertama dalam pemberian penghargaan untuk kader WPA yang memiliki kinerja yang baik dalam menjalankan tugas-tugasnya. Bertempat di halaman Balaikota Kediri, para kader yang berhasil meraih WPA Award 2018 menerima penghargaan langsung dari Sekretaris Daerah Kota Kediri, Rabu (5/12).

 

WPA Award ini diikuti oleh semua lembaga WPA sebanyak 46 kelurahan yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Kediri yaitu Kecamatan Pesantren, Kota, dan Mojoroto.

 

Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu mengatakan bahwa acara ini dalam rangka kampanye untuk menanggulangi Aids disamping itu juga untuk mmberikan motivasi kepada penderita Aids agar semangat untuk terus menjalani hidup.

 

Berdasarkan data penderita Aids di Kota Kediri sebanyak ±151 kasus, yang didominasi oleh usia produkstif 20-40 tahun. Menurut Budwi banyaknya kasus yang ditemukan, bukan berarti program untuk mencegah lebih banyak penderita Aids kurang berhasil. Namun ada indikasi lain yang membanggakan, karena banyaknya kasus yang ditemukan ini juga membuktikan adanya kerja keras stakeholder, LSM peduli aids, termasuk seluruh WPA yang hadir pada malam ini.

 

“Dengan ditemukan kasus sedini mungkin, kita juga akan lebih mudah memberi pengobatan dan perawatan kesehatan untuk odha, sekaligus memberi pendampingan dan arahan bagi odha agar dapat mengurangi resiko menyebarnya HIV/Aids,” ujar Sekda Kota Kediri.

 

Terakhir Budwi Sunu berharap dengan dilaksanakannya WPA Award malam ini juga dapat menambah semangat WPA kelurahan untuk lebih kreatif dan inovatif. Bekal ilmu yang diterima pasti sudah banyak, seperti pengetahuan tentang HIV/Aids, pendampingan odha, dan cara mencegah penularan penyakit ini.

 

Perlu diketahui, penilaian ini dilakukan oleh tim KPAD di dampingi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan monitoring di masing-masing base peserta WPA Award selama kurang lebih tiga hari mulai tanggal 26 – 28 November 2018. Untuk WPA yang mendapat penghargaan yaitu dari WPA Kelurahan Jamsaren, WPA Kelurahan Campurejo dan WPA Kelurahan Kaliombo.

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

 

Kediri(radiomdsfm)--WPA Award 2018 dalam rangka Hari Aids Sedunia ini merupakan tahun pertama dalam pemberian penghargaan untuk kader WPA yang memiliki kinerja yang baik dalam menjalankan tugas-tugasnya. Bertempat di halaman Balaikota Kediri, para kader yang berhasil meraih WPA Award 2018 menerima penghargaan langsung dari Sekretaris Daerah Kota Kediri, Rabu (5/12).

 

WPA Award ini diikuti oleh semua lembaga WPA sebanyak 46 kelurahan yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Kediri yaitu Kecamatan Pesantren, Kota, dan Mojoroto.

 

Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu mengatakan bahwa acara ini dalam rangka kampanye untuk menanggulangi Aids disamping itu juga untuk mmberikan motivasi kepada penderita Aids agar semangat untuk terus menjalani hidup.

 

Berdasarkan data penderita Aids di Kota Kediri sebanyak ±151 kasus, yang didominasi oleh usia produkstif 20-40 tahun. Menurut Budwi banyaknya kasus yang ditemukan, bukan berarti program untuk mencegah lebih banyak penderita Aids kurang berhasil. Namun ada indikasi lain yang membanggakan, karena banyaknya kasus yang ditemukan ini juga membuktikan adanya kerja keras stakeholder, LSM peduli aids, termasuk seluruh WPA yang hadir pada malam ini.

 

“Dengan ditemukan kasus sedini mungkin, kita juga akan lebih mudah memberi pengobatan dan perawatan kesehatan untuk odha, sekaligus memberi pendampingan dan arahan bagi odha agar dapat mengurangi resiko menyebarnya HIV/Aids,” ujar Sekda Kota Kediri.

 

Terakhir Budwi Sunu berharap dengan dilaksanakannya WPA Award malam ini juga dapat menambah semangat WPA kelurahan untuk lebih kreatif dan inovatif. Bekal ilmu yang diterima pasti sudah banyak, seperti pengetahuan tentang HIV/Aids, pendampingan odha, dan cara mencegah penularan penyakit ini.

 

Perlu diketahui, penilaian ini dilakukan oleh tim KPAD di dampingi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan monitoring di masing-masing base peserta WPA Award selama kurang lebih tiga hari mulai tanggal 26 – 28 November 2018. Untuk WPA yang mendapat penghargaan yaitu dari WPA Kelurahan Jamsaren, WPA Kelurahan Campurejo dan WPA Kelurahan Kaliombo.

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

 

Kediri(radiomdsfm)--WPA Award 2018 dalam rangka Hari Aids Sedunia ini merupakan tahun pertama dalam pemberian penghargaan untuk kader WPA yang memiliki kinerja yang baik dalam menjalankan tugas-tugasnya. Bertempat di halaman Balaikota Kediri, para kader yang berhasil meraih WPA Award 2018 menerima penghargaan langsung dari Sekretaris Daerah Kota Kediri, Rabu (5/12).

 

WPA Award ini diikuti oleh semua lembaga WPA sebanyak 46 kelurahan yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Kediri yaitu Kecamatan Pesantren, Kota, dan Mojoroto.

 

Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu mengatakan bahwa acara ini dalam rangka kampanye untuk menanggulangi Aids disamping itu juga untuk mmberikan motivasi kepada penderita Aids agar semangat untuk terus menjalani hidup.

 

Berdasarkan data penderita Aids di Kota Kediri sebanyak ±151 kasus, yang didominasi oleh usia produkstif 20-40 tahun. Menurut Budwi banyaknya kasus yang ditemukan, bukan berarti program untuk mencegah lebih banyak penderita Aids kurang berhasil. Namun ada indikasi lain yang membanggakan, karena banyaknya kasus yang ditemukan ini juga membuktikan adanya kerja keras stakeholder, LSM peduli aids, termasuk seluruh WPA yang hadir pada malam ini.

 

“Dengan ditemukan kasus sedini mungkin, kita juga akan lebih mudah memberi pengobatan dan perawatan kesehatan untuk odha, sekaligus memberi pendampingan dan arahan bagi odha agar dapat mengurangi resiko menyebarnya HIV/Aids,” ujar Sekda Kota Kediri.

 

Terakhir Budwi Sunu berharap dengan dilaksanakannya WPA Award malam ini juga dapat menambah semangat WPA kelurahan untuk lebih kreatif dan inovatif. Bekal ilmu yang diterima pasti sudah banyak, seperti pengetahuan tentang HIV/Aids, pendampingan odha, dan cara mencegah penularan penyakit ini.

 

Perlu diketahui, penilaian ini dilakukan oleh tim KPAD di dampingi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan monitoring di masing-masing base peserta WPA Award selama kurang lebih tiga hari mulai tanggal 26 – 28 November 2018. Untuk WPA yang mendapat penghargaan yaitu dari WPA Kelurahan Jamsaren, WPA Kelurahan Campurejo dan WPA Kelurahan Kaliombo.

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com) --Peringati HUT Brimob ke-73 dan 11 Tahun Anniversary ATC, ratusan penunggang motor trail menggelar bakti sosial di lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Minggu (11/11/18).

 

Kegiatan sosial ini kerja bareng antara kepolisian, Satuan Brimob, PT Gudang Garam Tbk Kediri, Komunitas Trail Kediri (KTK) dan PT Perusahaan Negara (PTPN) XII. Seluruh peserta mengambil start dan finish di Lapangan PT PN XII Ngrangkah Pawon, Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Acara dikemas dalam bentuk Latihan Bersama (Latber) Trail, Penghijauan dan Baksos. 

 

“Dalam acara ini, para rider tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga dikaitkan dengan bakti sosial. Yakni, pemberian sembako kepada masyarakat, dan penghijauan di hutan lindung,” kata Kasat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika. 

 

Penghijauan dilakukan pada beberapa titik hutan di lereng Gunung Kelud yang sebelumnya mengalami kebakaran. Kegiatan reboisasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan kelestarian hutan dan ekosistem yang ada. Sehingga, masyarakat di sekitar hutan dapat menikmati manfaatnya, terutama sumber daya air. 

 

“Semoga kegiatan positif ini bisa dilanjutkan. Ini tidak lepas dari partisiasi seluruh pihak salah satunya PT Gudang Garam. Kegiatan positif ini semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT. Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat, semoga Brimob dalam memberikan pelayaan kepada masyarakat semakin meningkat dan makin dicintai,” imbuh Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika.

 

 

Terpisah, Ketua KTK Slamet Budiono yang juga Wakil Direktur Bidang SDM PT Gudang Garam Tbk Kediri. mengatakan, apabila kegiatan ini sebagai wujud komitmen para rider terhadap sesama. Selain mengadakan kegiatan adventur di kawasan hutan, juga melihat kondisi sosial masyarakat serta membantu warga yang mengalami kesulitan, seperti perbaikan fasilitas jalan rusak, membantu pembangunan tempat ibadah, serta memberikan paket sembako.(pd)

Read more... 0