www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomdsfm.com)  - - - Malam penganugerahan Prodamas Award kembali digelar. Prodamas Award adalah sebuah apresiasi dari Pemerintah Kota Kediri atas kinerja masyarakat dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat.

 

Berlokasi di Taman Tirtoyoso Kota Kediri, Prodamas Award 2018 di hadiri Pjs Walikota Kediri Jumadi, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Asisten, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya, Camat dan Kepala OPD terkait.

 

Dalam sambutannya, Jumadi menyebut Prodamas adalah development program yang sesungguhnya. Sebuah program baik yang pelaksanaannya, partisipasi masyarakat adalah yang utama. "Dalam pelaksanaan yang kesekian tahun ini, saya harap partisipatif masyarakat terus berjalan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Inilah kemerdekaan yang sesungguhnya. Membangun kota, menjalankan partisipatif dan menjalankan pembangunan di lingkungan pemerintahan terkecil, yaitu RT," ujarnya.

 

Pjs Walikota Kediri yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala BPKAD Provinsi Jawa Timur ini mengajak seluruh masyarakat Kota Kediri untuk membangun dan memajukan Kota Kediri. "Kita bangun konsolidasi, meleverate development Pemerintah Kota Kediri sebagai kota yang maju dan andalannya Jawa timur untuk 3-4 tahun kedepan," ujarnya.

 

Dalam acara ini juga dimeriahkan musik patrol dari kelurahan Setono Pande yang menyanyikan beberapa lagu, salah satunya adalah Jingle Prodamas. Kemudian Tari Panji Wiratama dari Sanggar Budaya Nusantara SMKN 2 Kediri. Prodamas Award dengan juri dari 3 pihak yakni Pemerintah Kota Kediri, Radar Kediri dan akademisi yang diwakili Joko Susanto diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai berikut :

Sementara itu Perwakilan RT diwilayah Kelurahan Campurejo mengungkapkan,  pihaknya merasa bangga atas program ini dan kedepannya diharapkan Program ini bisa juga diterapkan dalam Program Pendidikan maupun Kesehatan sehingga nantinya masyarakat lebih terus merasakan program ini. Dan bila disuaatu lingkungan RT pelaksanaan Prodamas dibidang infrastruktur telah terwujud semua,  maka diharapkan lokasi lokasi yang perlu dikerjakan bersama dalam lingkup RW perlu dimaksimalkan dengan gotong royong semua RT yang ada. 

 

"Alhamdulillah RT kami mendapatkan kategori bidang infrastruktur terbaik, semoga kedepannya penghargaan ini bisa melecut kami bersama masyarakat serta perangkat diatasnya untuk terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan maupun kesejahteraan secara merata dengan ProdaMas ini, " ungkap Yoni Bastian Sekertaris RT 01 RW. 01 Campurejo Mojoroto yang menerima penghargaan secara langsung mewakili Ketua RTnya, Selasa (8/5/18)

Nominator Bidang Infrastruktur :

RT 32 RW 08 Kelurahan Balowerti,

RT 22 RW 09 Kelurahan Betet,

RT 23 RW 09 Kelurahan Betet,

RT 37 RW 11 Kelurahan Mojoroto,

RT 04 RW 08 Kelurahan Mrican,

RT 16 RW 03 Kelurahan Ngampel,

RT 12 RW 03 Kelurahan Pojok,

RT 09 RW 01 Kelurahan Semampir,

RT 03 RW 02 Kelurahan Tamanan,

RT 26 RW 09 Kelurahan Tosaren

dan RT 01 RW 01 Kelurahan Campurejo sebagai yang terbaik.. 

 

Nominator Bidang Ekonomi :

RT 01 RW 01 Kelurahan Banaran,

RT 02 RW 01 Kelurahan Bangsal,

RT 10 RW 03 Kelurahan Blabak,

RT 05 RW 03 Kelurahan Dermo,

RT 02 RW 02 Kelurahan Jagalan,

RT 06 RW 04 Kelurahan Ketami,

RT 03 RW 02 Kelurahan Manisrenggo,

RT 03 RW 05 Kelurahan Manisrenggo,

RT 14 RW 03 Kelurahan Singonegaran,

RT 07 RW 03 Kelurahan Tosaren 

dan RT 01 RW 01 Kelurahan Banjaran sebagai yang terbaik.. 

 

Nominator Bidang Sosial :

RT 01 RW 01 Kelurahan Burengan,

RT 06 RW 01 Kelurahan Campurejo,

RT 04 RW 07 Kelurahan Dandangan,

RT 01 RW 08 Kelurahan Gayam,

RT 01 RW 01 Kelurahan Jagalan,

RT 08 RW 03 Kelurahan Mojoroto,

RT 03 RW 01 Kelurahan Pakelan,

RT 02 RW 01 Kelurahan Pocanan,

RT 15 RW 03 Kelurahan Pojok,

RT 01 RW 01 Kelurahan Tosaren

dan RT 12 RW 03 Kelurahan Sukorame sebagai yang terbaik.. 

Bidang Partisipasi Masyarakat :

RT 10B RW 02 Kelurahan Bandar Kidul (Terbaik) warga berpartisipasi dalam setiap rembug dan perumusan program terbaik

RT 02 RW 08 Kelurahan Banjarmlati

RT 03 RW 03 Kelurahan Bawang

RT 04 RW 07 Kelurahan Bawang

RT 16 RW 07 Kelurahan Betet

RT 06 RW 03 Kelurahan Ketami

RT 01 RW 03 Kelurahan Ngadirejo

RT 01 RW 11 Kelurahan Ngadirejo

RT 13 RW 03 Kelurahan Ngletih

RT 02 RW 09 Kelurahan Tinalan

RT 03 RW 08 Kelurahan Tinalan

 

Kinerja RT

RT 03 RW 01 Kelurahan Bandar Kidul,

RT 03 RW 04 Kelurahan Kampung Dalem,

RT 04 RW 05 Kelurahan Manisrenggo,

RT 05 RW 01 Kelurahan Manisrenggo,

RT 02 RW 01 Kelurahan Pesantren,

RT 03 RW 04 Kelurahan Rejomulyo,

RT 14 RW 02 Kelurahan Semampir,

RT 01 RW 01 Kelurahan Setono Gedong,

RT 15 RW 04 Kelurahan Singonegaran,

RT 11 RW 04 Kelurahan Tempurejo

dan RT 03 RW 05 Kelurahan Bangsal sebagai yang terbaik.

Untuk nominator dari bidang Infrastruktur, Ekonomi, Sosial, Partisipasi Masyarakat dan Kinerja RT berhak mendapatkan plakat, uang pembinaan sebesar 1,5 juta dan langganan gratis Koran Jawa Pos Radar Kediri selama 2 bulan. Sedangkan untuk nominator terbaik berhak mendapatkan plakat, uang pembinaan sebesar 2 juta dan langganan gratis Koran Jawa Pos Radar Kediri selama 2 bula

 

12 Kelurahan Terbaik :

Kelurahan Banaran,

Kelurahan Banjaran,

Kelurahan Bawang,

Kelurahan Burengan,

Kelurahan Dandangan,

Kelurahan Dermo,

Kelurahan Manisrenggo,

Kelurahan Mrican,

Kelurahan Ngampel,

Kelurahan Pojok,

Kelurahan Semampir,

Kelurahan Singonegaran.

@ 1 Sepeda Motor

 

Juara Umum 

RT 06 RW 02 Kelurahan Ngronggo 

berhak mendapatkan plakat juara umum, uang pembinaan sebesar 5 juta dan langganan gratis Koran Jawa Pos Radar Kediri selama 2 bulan.( sj/ga) 

 

 

Read more... 0
Rate this item
(1 Vote)

Kediri (radiomdsfm.com) --- Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kota Kediri Jawatimur akhirnya memberikan sejumlah penjelasan dan gambaran beserta bantuan air bersih terhadap warga atas persoalan pencemaran sumur milik sejumlah warga di Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. 

 

 

Unit usaha PT Perusahaan Nasional X (PTPN X)  ini membeberakan bila sejauh ini tidak ada proses giling di Pabriknya,tingginya curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir membuat rembesan limbah produksi berupa tetes ke tanah. 

 

 

"Pabrik Gula Pesantren Baru sudah selesai giling sejak bulan Oktober 2017 lalu. Sehingga bukan limbah yang keluar, tetapi air hujan pada posisi hujan lebat dan di dalam pabrik keadaannya banyak sehingga membuat jebolnya saluran air di bawah itu. Dan keluar ke warga. Akan tetapi kami sudah koordinasi dengan warga, melalui RT dan RW, semua bisa memahami. Kami juga memenuhi harapan warga dari seluruh warga Majekan," kata General Manager (GM) PG Pesantren Baru Kota Kediri, Koes Darmawanto, Selasa (30/1/18).

 

 

"Volume tetes yang keluar relatif sangat kecil sekali. Karena hanya tetes sisa membersihkan dari tangki. Dan posisi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) kami terpaut jauh sekitar 300 meter di sebelah timur dari lokasi luapan air disaat hujan hingga gorong (sudetan) pada tembok tidak mampu menahan rembesan yang ada," jelasnya.

 

 

Terkait persoalan tersebut, PG Pesantren Baru membantu menyediakan air bersih dan akan memperbaiki gorong gorong yang berada dekat tembok pabrik. 

 

"Selama kondisinya belum normal, kami membantu menyediakan air bersih. Ke depan akan kita buatkan sumur. Atau buatkan tandon besar untuk masyarakat. Lalu di dalam pabrik sendiri, kita buatkan plesterisasi, supaya saat pengambilan tetes tidak ada rembesan," janjinya.

 

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) di RT 25, 26 dan 27 RW 5, Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri resah.  Warga mengalami krisis air bersih kurang lebih selama dua minggu ini air sumur mereka berubah warna menjadi kuning keruh dan berbau busuk dan terpaksa beli air mineral untuk dikonsumsi dan meminta air saluran PDAM dari para tetangga untuk mencuci dan mandi.(em/ga)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kediri(radiomdsfm.com)--- Limbah "Misterius" disekitar Pabrik Gula (PG) Pesantren Kota Kediri mencemari sejumlah sumur milik warga sekitar pabrik. Pencemaran tersebut membuat warga lingkungan Majekan RT 27 RW 5 Kelurahan Pesantren Kota Kediri kesulitan air bersih untuk konsumsi.

 

Julius warga setempat mengatakan, pencemaran limbah PG Pesantren sudah berlangsung sejak dua minggu lalu. Saat ini warga kesulitan air untuk dikonsumsi. Sumur yang biasa dipakai airnya untuk masak,mencuci dan mandi kini tidak bisa lagi digunakan.

 

"Pencemarannya bertahap. Awalnya satu rumah, tapi setelah beberapa hari kemudian baru merembet kerumah lain yang juga berdekatan dengan pabrik," ujarnya saat menunjukan air yang tercampur limbah, Senin (29/1/18).

 

Bahkan tidak hanya kesulitan untuk dikonsumsi, sebelumnya warga juga merasakan gatal-gatal pada kulit akibat air yang tercampur limbah pabrik gula. 

 

"Kemarin sebelum keruh seperti ini, tangan dan kaki merasa gatal karena air yang disini masih digunakan untuk mencuci," imbuh Julius.

 

Dari pencemaran tersebut sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) kesulitan air bersih. Tidak hanya rumah milik warga, namun juga tempat ibadah juga ikut terkontaminasi limbah "Misterius" yang berada berdekatan dengan PG Pesantren. Air yang digunakan untuk bersuci tersebut berwarna keruh dan berbau menyengat.

 

Sementara itu, Ahmad Suparli Ketua RT 27 RW 5 Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren Kota Kediri mengatakan, dengan kondisi ini warga meminta segera diberikan bantuan air bersih. Sebab, sudah sekitar dua minggu ini warga harus membeli air bersih untuk dikonsumsi. 

 

"Selama tiga minggu ini kita selalu beli air bersih untuk minum dan masak. Untuk mandi kita selalu numpang ke warga yang airnya tidak tercampur limbah dari PG Pesantren. Kita ingin segera mendapat bantuan air bersih," jelasnya.

 

Ia menambahkan, dari kasus pencemaran limbah tersebut warga sudah sempat mengadu pada pihak PG Pesantren dan Pemerintah Kota Kediri. 

 

"Hari ini tadi sudah ada pengecekan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Kediri, tetapi belum ada hasil. Bahkan kita juga sudah mengadu ke pihak pabrik tapi juga belum ada respon," tandasnya.(em/pd)

Read more... 0
Rate this item
(1 Vote)

Kediri(radiomdsfm.com)--- Limbah "Misterius" disekitar Pabrik Gula (PG) Pesantren Kota Kediri mencemari sejumlah sumur milik warga sekitar pabrik. Pencemaran tersebut membuat warga lingkungan Majekan RT 27 RW 5 Kelurahan Pesantren Kota Kediri kesulitan air bersih untuk konsumsi.

 

Julius warga setempat mengatakan, pencemaran limbah PG Pesantren sudah berlangsung sejak dua minggu lalu. Saat ini warga kesulitan air untuk dikonsumsi. Sumur yang biasa dipakai airnya untuk masak,mencuci dan mandi kini tidak bisa lagi digunakan.

 

"Pencemarannya bertahap. Awalnya satu rumah, tapi setelah beberapa hari kemudian baru merembet kerumah lain yang juga berdekatan dengan pabrik," ujarnya saat menunjukan air yang tercampur limbah, Senin (29/1/18).

 

Bahkan tidak hanya kesulitan untuk dikonsumsi, sebelumnya warga juga merasakan gatal-gatal pada kulit akibat air yang tercampur limbah pabrik gula. 

 

"Kemarin sebelum keruh seperti ini, tangan dan kaki merasa gatal karena air yang disini masih digunakan untuk mencuci," imbuh Julius.

 

Dari pencemaran tersebut sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) kesulitan air bersih. Tidak hanya rumah milik warga, namun juga tempat ibadah juga ikut terkontaminasi limbah "Misterius" yang berada berdekatan dengan PG Pesantren. Air yang digunakan untuk bersuci tersebut berwarna keruh dan berbau menyengat.

 

Sementara itu, Ahmad Suparli Ketua RT 27 RW 5 Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren Kota Kediri mengatakan, dengan kondisi ini warga meminta segera diberikan bantuan air bersih. Sebab, sudah sekitar dua minggu ini warga harus membeli air bersih untuk dikonsumsi. 

 

"Selama tiga minggu ini kita selalu beli air bersih untuk minum dan masak. Untuk mandi kita selalu numpang ke warga yang airnya tidak tercampur limbah dari PG Pesantren. Kita ingin segera mendapat bantuan air bersih," jelasnya.

 

Ia menambahkan, dari kasus pencemaran limbah tersebut warga sudah sempat mengadu pada pihak PG Pesantren dan Pemerintah Kota Kediri. 

 

"Hari ini tadi sudah ada pengecekan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Kediri, tetapi belum ada hasil. Bahkan kita juga sudah mengadu ke pihak pabrik tapi juga belum ada respon," tandasnya.(em/pd)

Read more... 0
Rate this item
(0 votes)

Kudus - Tak tanggung-tanggung, Ramadhan tahun ini (1338 H/ 2017 M), 13 ribu lebih anak yatim akan mendapatkan santunan dari Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kudus. Program "NU Berbagi" di bulan suci itu akan diselenggarakan di Masjid Agung Kudus, Sabtu (17/06/2017). Bertepatan dengan 22 Ramadhan 1438 H.

Read more... 0