www.radiomdsfm.com

Switch to desktop Register Login

Server 1

Loading ...

Server 2

Loading ...

NU Istiqamah Bela NKRI

Rate this item
(0 votes)

Jombang, NU Online
KH Marzuqi Mustamar mengingatkan warga dan para fungsionaris NU untuk tetap kukuh dengan tradisi dan amaliyah yang telah diwariskan para ulama salafus shalih. Karena dengan kemitmen menjaga warisan tersebut akan menyelamatkan bangsa dari perpecahan.

Penegasan disampaikan Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini saat melantik tiga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di Kecamatan Gudo Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/8). Ketiga PRNU tersebut adalah Mejoyo Losari, Bugasur Daleman, serta Sukoiber.

Bagi dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur ini, dalam rentang perjalanan panjang bangsa Indonesia, peran dan kiprah serta pembelaan NU kepada eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demikian menonjol. Sejak zaman pra kemerdekaan, saat kemerdekaan serta hingga kemerdekaan diraih dan hendak direbut kembali oleh penjajah. “Sejarah telah membuktikan hal ini,” kata Kiai Marzuqi.

Tidak berhenti sampai di situ kiprah NU. Dalam sejarah panjang kepemimpinan Presiden Soekarno Hatta, loyalitas NU masih terlihat jelas. Demikian juga saat Soeharto berkuasa. Bahkan, ketika banyak organisasi sosial keagamaan dan kekuatan politik terbelah antara menerima atau menentang Pancasila,  NU menjadi organisasi sosial keagamaan yang pertama kali menerima Pancasila sebagai asas organisasi. Dalam banyak kesempatan, NU menandaskan bahwa Negara Pancasila adalah upaya final bagi umat Islam dalam memimpikan terbentuknya sebuah negara ideal.

Pembelaan dan komitmen terhadap sejarah panjang bangsa ini adalah di antaranya dapat diwujudkan dengan menjaga tradisi keagamaan yang telah mendarang dan mendaging. Karena itu dalam kesempatan tersebut, Kiai Marzuki mengajak semua kalangan untuk menjaga tradisi yang telah ada.

“Identitas NU harus diperjelas dengan amaliyah yang telah menjadi tradisi dan warisan para ulama,” terang Kiai Marzuqi Mustamar. Hanya NU yang konsisten menjaga tradisi kemasyarakatan seperti yang telah digagas oleh para penyebar agama Islam di Nusantara, lanjutnya.

Bagi mantan Ketua PCNU Kota Malang ini, konsistensi dalam menjaga tradisi juga diteruskan dengan keistiqamahan dalam menjaga NKRI. “Hanya NU yang terbukti konsisten dengan komitmen kebangsaan ini,” tegasnya.

Jaga Kekompakan

Ketua PCNU Jombang, KH Dr Isrofil Amar saat memberikan sambutan juga menandaskan agar para fungsionaris NU menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam berkhidmah kepada umat. “Kita harus menjaga semangat ittihad atau kekompakan antar para pengurus dan warga,” kata Kiai Isrofil, sapaan akrabnya.

Hal ini kian menemukan momentumnya lantaran belakangan banyak berkembang gerakan dan ideologi transnasional. “Ideologi ini tentu saja akan bertentangan dengan komitmen NU terhadap NKRI,” kata dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang ini.

“Kebersamaan kita juga harus diimbangi dengan semangat ihtiyat atau kehati-hatian,” tandasnya. Kemunculan ISIS dan ideologi ekstrim kanan maupun kiri hendaknya kian membukakan kesadaran para pengurus untuk menjaga kebersamaan dan kehati-hatian tersebut. Bahkan secara khusus, Kiai Isrofil mengingatkan bahwa kemunculan gerakan yang berbeda dengan NU tersebut kini telah merata dan mengepung lingkungan sekitar. “Karena mohon untuk menjaga putra dan putri maupun lingkungan kita dari ancaman gerakan yang jauh dari semangat seperti ajaran para ulama,” katanya.

Bupati Jombang yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat, Muhammad Mas’ud menyampaikan harapan agar para pengurus NU bisa bekerja sama dalam menjaga suasana yang kondusif di kota santri ini. Ia juga sependapat dengan para kiai agar setiap tokoh masyarakat dapat menjaga dan membentengi keluarga dari pengaruh paham atau aliran yang mencederai keberadaan NKRI.

Kegiatan pelantikan yang diselenggarakan di Yayasan Pendidikan Islam Wahid Hasyim Pesanggrahan Kecamatan Gudo ini juga dimanfaatkan sebagai sarana halal bihalal antarpengurus. Karena ada tiga kepengurusan yang dilantik, aula terlihat sesak dan suasana demikian meriah. (Syaifullah/Mahbib)